
KENALI KEINGINANMU
Maret 12, 2009Suatu saat Khalifah Umar Bin Khottob RA.merasa ingin makan ikan laut, maka beliau menyuruh seseorang untuk membelinya di pasar. Berangkatlah orang tersebut dengan mengendarai kuda milik Khalifah Umar , sampai dipasar terdekat ternyata ikan laut sudah terjual semuanya sehingga dia memutuskan untuk mencari kepasar yang lain. Setelah shalat maghrib Khalifah Umar baru menyadari bahwa orang yang disuruh untuk membeli ikan laut tidak ikut shalat berjamaah dimasjid, maka beliau mencari dan menemukan orang tersebut baru saja pulang dan sedang mengikat kudanya di kandang. Setelah itu ikanpun dimasak,sedangkan Khalifah Umar memeriksa kudanya,dan ternyata kuda tersebut belum dibersihkan. ikan selesai dimasak dihidangkan ke Khalifah Umar,tapi anehnya beliau berkata : “cuma gara gara aku ingin makan ikan laut,seseorang ketinggalan jamaah shalat dan seekor kuda kehilangan haknya untuk dimandikan demi Allah aku tidak akan makan ikan laut ini” Cerita diatas merupakan gambaran kecerdasan seorang Umar dalam mewaspadai bahayanya sebuah keinginan,mungkin kita jadi bertanya Tanya “itu cuma ikan laut” apa salahnya ingin makan ikan laut? Permasalahannya adalah bukan ikan lautnya ,tapi Umar bin Khattab memberi contoh langsung bahwa yang harus diperhatikan adalah keinginan itu sendiri bukan besar dan kecilnya materi yang diinginkan, beliau mencontohkan kepada bagaimana cara kita melawan keinginan kita sendiri,yaitu dengan mempertimbangkan manfaat dan madlarrahnya. Beliau juga mencontohkan bahwa untuk bisa melawan hawa nafsu,kita harus memulai dari keinginan yang mampu kita wujudkan, keinginan yang terlalu berat bagi kita, memang tidak usah pakai latihanpun kita akan bisa melawannya,sebagai contoh kalau kita menahan diri dari keinginan membeli satu unit Mercedes CLK500 umpamanya , kita tidak perlu berlatih melawan keinginan tersebut karena memang kita tidak mampu beli. Terus apa gunanya kita berlatih melawan keinginan, karena sebagai mu’min yang meyakini adanya surga dan neraka,sudah seharusnya memahami bahwa keinginan terbagi menjadi dua 1.keinginan yang halal 2.keinginan yang haram Keinginan yang halalpun dibagi menjadi dua 1.keinginan yang perlu 2.keinginan yang tidak perlu Kalau kita sudah punya handphone yang bisa mencuupi kebutuhan komunikasi kita maka keinginan untuk ganti HP baru adalah keinginan yang halal tapi tidak perlu (sekedar contoh) Kemudian ketahuilah bahwa surga hanya diperuntukkan bagi mereka yang mampu menahan keinginan
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى 0فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى
Dan mereka yang takut kepada Tuhannya dan mau mencegah hati dari keinginannya 0 maka surga akan menjadi tempatnya (annazi’at ayat 40-41 juz 30)
Jadi mulailah berlatih untuk memahami keinginan kita,dan mengklasifikasinya untuk kemudian berusaha mewujudkan keinginan tersebut atau mengeliminasinya. Berat memang tapi dengan pertolongan Allah tak akan ada yang berat
لاحول ولاقوة الا بالله العلى العظيم





